Laporan : Surabaya Menjadi Kota Wisata Belanja ?

Diambil dari Suara Karya Online 29 April 2008

Surabaya menjadi kota wisata belanja ? Dilansir dari berita Suara Karya Online 29 April 2008, sangat mungkin bagi Surabaya untuk merubah image kota pahlawan menjadi kota wisata belanja. Munculnya berbagai macam mall dan fasilitas hiburan belanja yang beragam, bisa jadi merupakan salah satu aset terbesar bagi surabaya untuk berubah menjadi kota wisata belanja.

Belanja sangat erat hubungannya dengan barang dan harga. Dengan adanya berbagai macam fasilitas belanja yang beragam, tentunya memberikan ragam pilihan yang lebih banyak. Untuk itu, perlu adanya guide / panduan belanja yang hemat dan murah untuk memudahkan aktivitas belanja kita. Bayangkan jika ada 1 fasilitas semacam gudang diskon dan belanja [ gudangnya gudang diskon atau rangkuman diskon belanja hemat dan murah diseluruh mall/departemen store/butik, toko dan supermarket surabaya ] yang bisa memetakan seluruh kegiatan promo / promosi belanja secara detail beserta diskon harga dan info lengkapnya, tentu akan menambah kegiatan belanja menjadi lebih mengasyikan.

________________________________________________

WISATA BELANJA
Warga Surabaya Kini
Punya Banyak Mal Pilihan

DAYA TARIK – Munculnya banyak mal di Surabaya makin memudahkan wisatawan Nusantara dan mancanegara melakukan wisata belanja. Tampak salah satu dari tiga pusat perbelanjaan modern di Jl. Ahmad Yani, Surabaya. (Suara Karya/Andira)

Selasa, 29 April 2008
seperti ingin menghadang laju para turis ke jantung kota, para pengusaha berupaya menebari seluruh pintu masuk Kota Surabaya dengan pusat perbelanjaan baru. Pintu masuk ke Surabaya dari arah selatan, misalnya, sudah dihadang City of Tomorrow (Cytos) di kawasan Bundaran Waru. Tak sampai lima kilo ke arah Surabaya, sudah ada lagi hypermart di tepian Jalan Ahmad Yani.
Sekitar dua kilometer ke arah dalam, ada lagi Royal Plaza. Bahkan dalam radius ratusan meter dari mal itu, sudah berdiri megah Darmo Trade Centre (DTC). Itu baru yang dari arah selatan. Padahal, dari arah barat juga ada Pakuwon Trade Centre, Golden City Mall, dan Surabaya Town Square (Sutos). Dari arah timur, pusat perbelanjaan megah Galaxi Mall juga dibangun untuk membidik masyarat di belahan timur.
Pedagang pasar tradisional pun mengeluh. Apalagi tren masyarakat belakangan cenderung lebih memilih masuk mal daripada pasar-pasar kumuh. Buktinya, bukan hanya masyarakat Kota Surabaya, mereka yang dari luar kota juga banyak yang tersedot ikut menikmati kemegahan pusat perbelanjaan modern itu.
Berbelanja di mal memang lebih menarik. Bukan hanya untuk kaum berduit, masyarakat jelata pun bisa masuk meski hanya sekadar untuk jalan-jalan atau cuci mata. Lokasi mal yang luas, penataan berbagai tenant seperti toko buku, toko elektronik, bioskop, fashion, sepatu, tas, food court, tempat bermain anak-anak, ruang fitness, ruang pameran, dan taman telah mengubah bentuk bisnis itu menjadi ruang publik.
Bahkan beragam fasilitas yang kini juga sudah menjadi ajang rebutan para operator telekomunikasi untuk menawarkan akses internet nirkabel (wifi) itu sudah menjadi oasis baru. Orang-orang yang awalnya mencari penyegaran di taman atau alun-alun kota, kini sudah mulai bergeser ke mal.
Bahkan menurut Executive Director Surabaya Tourism Promotion Board (STPB), Yusak Anshori, peminat mal-mal Surabaya bukan hanya warga lokal. Orang asing asal Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura bahkan banyak yang memilih berbelanja atau sekadar mencicipi makanan di Surabaya. “Seluruh pusat perbelanjaan di Surabaya bahkan sepakat memberikan potongan harga untuk menarik banyak pengunjung,” ujarnya.
Upaya menjaring lebih banyak wisatawan dikaitkan dengan HUT Kota Surabaya itu digelar melalui program “Surabaya Big Sale” (SBS). Dalam program ini, para tenant di mal-mal Surabaya memberikan diskon hingga 70 persen selama periode Mei-Juni 2008.
Pihaknya optimistis, program ini bakal banyak diminati bukan hanya oleh wisatawan lokal, melainkan juga wisatawan asing. Karena faktanya, warga sejumlah negara bahkan memiliki kegemaran berbelanja di Surabaya. Khusus turis asal Brunei, misalnya, selain ingin berbelanja, juga sengaja datang karena ingin menikmati pijat refleksi.
Yusak, yang juga General Manager Surabaya Plaza Hotel, kemudian menyarankan para pehobi belanja untuk tidak pergi jauh-jauh ke luar kota hanya untuk memburu diskon besar. Apalagi SBS ini melibatkan 1.718 tenant dari 15 mal di seluruh Surabaya.
Jumlah peserta itu jauh lebih banyak dibanding peserta program yang sama tahun lalu. Tahun lalu banyak wisatawan mengeluh. Soalnya, selain hanya diikuti 384 tenant, periode banjir diskon itu hanya satu bulan. “Silakan berlibur ke Surabaya dan nikmati diskonnya,” kata dia.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s